Home > News > Indonesia Peringkat Empat Pembangunan Hotel

Indonesia Peringkat Empat Pembangunan Hotel

1397458151-600x339

Jakarta – Indonesia menjadi negara terbesar keempat di Asia Pasifik dalam pembangunan hotel per Juni 2015. Dalam periode tersebut total kamar yang dibangun mencapai sebanyak 554.532 unit dari 2.363 hotel.

Sementara itu, nilai konstruksi hotel yang sedang dibangun di Indonesia sepanjang Januari-Mei 2015 tercatat sekitar Rp 7,85 triliun. Gencarnya pembangunan hotel seiring pertumbuhan industri pariwisata nasional yang dinilai masih prospektif.

“Indonesia tercatat sebanyak 27.243 kamar dari 148 hotel,” ujar Naureen Ahmed, manager marketing & analysis STR Global dalam publikasinya baru-baru ini.

Sejumlah pengembang properti dan operator hotel mengaku optimistis berbisnis hotel seiring pertumbuhan bisnis pariwisata dan perjalanan bisnis.

Vice President, Sales Marketing Distribution Accor Hotels, Malaysia-Indonesia-Singapore Adi Satria, misalnya. Dia mengaku kian optimistis mengejar target pengoperasian 200 hotel di Indonesia pada 2020. Optimisme itu mencuat setelah Accor Hotels membuka Ibis Makassar City pada Juni 2015.

“Pembukaan hotel baru kami di Makassar membuat kami semakin optimistis dengan target untuk mengoperasikan 200 hotel di Indonesia pada tahun 2020, dimana kami perkirakan 100 hotel berasal dari brand keluarga Ibis,” ujar dia.

Makassar, kata Adi, sebagai kota potensial untuk pelancong bisnis dan wisata, domestik maupun internasional. Potensi wisata Makassar dan arus pengunjung Kota Makassar yang terus meningkat menjadi indikator kebutuhan akan akomodasi hotel berstandar internasional dengan harga terjangkau.

“Dengan kehadiran hotel Ibis Makassar City Center para pelancong domestik dan internasional yang belum pernah ke Sulawesi Selatan akan semakin terpicu untuk mengunjungi Kota Makassar karena mereka yakin akan mendapatkan fasilitas akomodasi yang baik di destinasi tersebut,” katanya.

Di Asia Pasifik, masih dikutip dari laporan STR Global Construction Pipeline, peningkatan pembangunan kamar hotel mencapai sekitar 6,7 persen bila dibandingkan periode sama setahun sebelumnya. Sedangkan bila dibandingkan periode semester pertama 2015 dengan periode sama tahun 2014 peningkatanya tercatat sebesar 0,6 persen.

STR Global menyebutkan, Tiongkok menjadi negara yang paling banyak membangun kamar hotel. Negara Tirai Bambu itu tercatat sedang membangun 145.167 kamar dari 452 hotel. Sementara itu, dua negara lain yang masuk dalam empat besar adalah India (26.159 kamar dari 158 hotel) dan Malaysia (10.806 kamar dari 39 hotel).

Menurut STR Global, data yang dihimpun pihaknya berdasarkan kontrak yang meliputi proyek-proyek di dalam konstruksi, perencanaan akhir dan tahap perencanaan. “Data kami belum termasuk proyek-proyek dalam tahap belum dikonfirmasi,” tulis STR Global.

Feriawan Hidayat/Edo Rusyanto/FER

whatsapp
whatsapp